Panduan Mendaki Gunung Peduli Kebersihan
kebersihan kantor

Panduan Mendaki Gunung Peduli Kebersihan

GreenClean.id – Sampah merupakan masalah umum bagi semua penggiat wisata alam, khususnya wisata pegunungan. Tanpa disadari akan menyisakan puing-puing yang membuat pegunungan tak lagi indah bahkan mengganggu ekosistem. Jadi bagaimana Anda mengatasi masalah sampah ini? Menurut Senior Climber dan Manager EIGER Adventure Service Team (EAST) Galih Donikara, masalah sampah ini bisa dikendalikan dengan tidak memasukkan benda-benda yang berpotensi menimbulkan puing di atas batu. Sebisa mungkin untuk tidak membawa peralatan atau perbekalan yang berisi sampah. Ini yang penting, ucap Galih. Aksesoris yang berisi sampah ini, seperti kemasan makanan atau minuman yang dibawa orang saat mendaki gunung. Ada beberapa solusi yang bisa diterapkan untuk mengurangi sampah yang dibawa dan ditinggal diatas gunung.

Panduan Mendaki Gunung Peduli Kebersihan

Hindari Membawa Mie Instan Yang Masih Dalam Kemasan

Cara pertama yang dicontohkan Galih adalah tidak mencantumkan, misalnya mi instan lengkap dengan bungkusnya. Mie kemasan langsung, kata dia, merupakan salah satu barang yang berpotensi menimbulkan puing-puing di pegunungan. Kalau nantinya kalian mau naik gunung sudah siapkan, buka plastik bihunnya, buka bumbunya dari rumah. Supaya naik gunung dengan bungkus lagi, bisa pakai tupperware dan alat makan lain yang bisa diturunkan lagi, dia menjelaskan.

Hindari Membawa Kopi Bubuk Yang Masih Dalam Kemasan

Selain mie instan, pakaiannya biasanya minuman kopi. Pendaki gunung sering membawa kantong kopi. Kertas kopi ini berpotensi menjadi serpihan, terutama jika dibiarkan di atas batu. Ini juga masih sama kaya mie instan, hindari untuk bawa kopi dengan kemasan yang sama. Jangan bawa kopi instan, usahakan bawa kopi organik. Ada berapa petani kopi di sana, ujarnya.

Hindari Membawa Air Mineral Dalam Botol Plastik Sekali Pakai

Aksesoris yang wajib dipakai pendaki adalah air mineral. Bekal ini biasanya selalu dikemas dalam botol plastik sekali pakai. Pendaki biasanya membeli air mineral di toko atau supermarket. Air mineral yang sudah dikemas dalam botol plastik ternyata bisa menimbulkan limbah. Oleh karena itu Galih mengusahakan supayar para pendaki tidak mengambil botol plastik berisi air mineral yang dibelinya. Jika ingin bawa air mineral sudah kami siapkan botolnya dari rumah. Jadi sudah ada aturan yang jelas tentang kebutuhan yang harus diangkut dan tidak boleh dibawa. Misalnya yang harus dibawa adalah organik bukan kaleng, botol plastik, plastik foil. Dan lain-lain. dia berkata.

Kumpulkan Puntung Rokok

Memang kebanyakan orang yang mendaki akan meluangkan waktunya sebentar untuk istirahat merokok. Nah rokok ini pasti akan menjadi sampah juga, puntung bekas rokok biasanya banyak ditemui di pegunungan. Solusi untuk mengurangi sampah puntung rokok ini sebaiknya kumpulkan puntung rokok di suatu tempat dan nantinya dibawa turun kembali.

Dia juga melanjutkan, untuk meningkatkan kampanye ini harus dimulai dari kepala gunung. Manajer bisa menetralkan kampanye untuk tidak membawa sampah ke gunung, melainkan kampanye untuk menurunkan sampah, katanya. Kampanye dapat dilakukan melalui media sosial dan mengatakan bahwa tidak diperbolehkan mendaki gunung untuk mengirimkan perbekalan yang dapat menimbulkan potensi limbah. Kemudian cek di lokasi pendakian. Selama ditemukan pelanggaran atau ditemukan peralatan yang rusak, buang saja. Tidak perlu dibawa. Pendaki gunung yang bertanggung jawab adalah yang tidak membawa puing sampah dalam bentuk apapun ke gunung, karena mereka sadar bahwa gunung tersebut Nanti bersih kalau kita tidak kesana, pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *